Halo sobat militia!
Bagi para veteran franchise Assassin’s Creed, Altaïr Ibn-La’Ahad adalah nama sakral. Sebagai protagonis pertama yang memperkenalkan kita pada elemen parkour epik dan konflik historis Assassin melawan Templar di tahun 2007 silam, sosoknya menjadi standar emas bagi pahlawan-pahlawan selanjutnya. Karismanya yang dingin, mematikan, namun penuh kebijaksanaan menjadikannya salah satu Assassin paling dihormati dalam lore sejarah seri ini.
Namun, di balik jubah putih klasiknya, terdapat banyak rahasia dan detail kehidupan yang mungkin belum kamu ketahui. Tim Game Militia telah merangkum beberapa fakta paling menarik tentang sang legenda dari Levant ini.
Mari kita selami arsip sejarahnya!
Masa Kecil yang Penuh Tragedi Berdarah
Kehidupan Altair sudah dipenuhi kehilangan sejak ia baru menghirup udara dunia.
- Altair lahir pada tanggal 11 Januari 1165 dari pasangan Umar Ibn-La’Ahad, seorang ayah beragama Islam, dan Maud, seorang ibu beragama Kristen.
- Sayangnya, ibunya meninggal dunia akibat komplikasi saat melahirkan Altair, meninggalkan ayahnya untuk membesarkannya sendirian.
- Tragedi tidak berhenti di situ; sang ayah, Umar, kemudian dieksekusi oleh pasukan Saracen pada saat pengepungan Masyaf di tahun 1176 ketika Altair baru menginjak usia 11 tahun.
Makna Gelap di Balik Nama “Ibn-La’Ahad”
Berbeda dengan keluarga Auditore atau Kenway yang memiliki nama warisan leluhur yang jelas, nama Altair menyimpan makna yang cukup menyedihkan.
- Pada era dan wilayah tempat Altair dibesarkan, nama keluarga atau marga seperti yang kita kenal saat ini sebenarnya tidak umum digunakan.
- Gelar “Ibn-La’Ahad” yang disandangnya adalah istilah yang secara harfiah berarti “Anak dari Siapa pun” (Son of No One).
- Altair secara spesifik memilih dan menyematkan nama ini pada dirinya sendiri untuk mencerminkan statusnya.
Pemegang Rekor Master Assassin Termuda
Altair bukanlah prajurit biasa; bakatnya dalam pertarungan siluman melampaui Assassin lain di generasinya.
- Pada tahun 1189, benteng Masyaf disusupi oleh seorang pengkhianat.
- Altair berhasil memanjat masuk ke dalam benteng, menghabisi sang pengkhianat dari atas, dan secara langsung menyelamatkan nyawa Al Mualim.
- Sebagai imbalan atas aksi heroiknya tersebut, Al Mualim langsung menaikkan pangkat Altair menjadi Master Assassin pada usia 25 tahun.
- Pencapaian luar biasa ini menjadikannya anggota termuda dalam sejarah Persaudaraan yang pernah mencapai pangkat tersebut.

Jatuh Bangun dari Master Menjadi Novice
Kesombongan adalah musuh terbesar Altair di masa mudanya, dan arogansi ini harus dibayar dengan harga yang sangat mahal.
- Pada tahun 1191, ia memimpin misi untuk merebut kembali artefak Apple of Eden, namun ia gagal secara memalukan.
- Kegagalan ini berujung fatal karena memicu serangan besar-besaran dari para Templar ke markas besar Assassin di Masyaf.
- Akibat insiden dan kesombongannya tersebut, pangkat Altair dilucuti sepenuhnya oleh Al Mualim hingga ia kembali ke tingkatan Novice (pemula).
- Untuk menebus dosanya, ia dikirim dalam sebuah misi berbahaya untuk memburu sembilan konspirator utama, yang kemudian menjadi plot penggerak di game Assassin’s Creed pertama.

Membangun Ruang Rahasia di Bawah Masyaf
Setelah berhasil melalui jalan penebusannya dan menjadi pemimpin tertinggi Persaudaraan, Altair mendedikasikan sisa hidupnya untuk menjaga pengetahuan purba.
- Altair menjabat sebagai Mentor bagi Levantine Brotherhood selama puluhan tahun, terhitung dari tahun 1191 hingga kematiannya di tahun 1257.
- Selama masa jabatannya, ia berhasil membuat banyak penemuan penting melalui ilmu yang ia pelajari dari Apple of Eden.
- Beberapa waktu sebelum tahun 1257, Altair memerintahkan pembangunan sebuah ruangan tersembunyi jauh di bawah taman Masyaf.
- Meskipun Ezio menyebutnya sebagai perpustakaan, tempat ini sejatinya dibangun sebagai sebuah brankas rahasia (vault) untuk mengamankan segala pengetahuan dan artefak penting yang telah dikumpulkan Altair dari genggaman pihak yang salah.
Dapatkan informasi menarik terkait features lainnya di Gamemilita.