Dunia peripheral gaming lagi-lagi heboh. Setelah perang DPI yang angkanya udah nggak masuk akal, sekarang muncul perang baru: Polling Rate. Dulu 1000Hz udah dianggap dewa, sekarang tiba-tiba muncul mouse dengan 4000Hz, bahkan 8000Hz!
Harganya? Jelas lebih mahal. Pertanyaannya: Ini beneran upgrade yang bikin kita jago nembak di Valorant, atau cuma gimmick marketing biar dompet kita makin tipis?
Tenang, kita bakal kupas tuntas apa itu polling rate dengan bahasa santai.
Apa Sih Polling Rate Itu?
Gampangnya, Polling Rate adalah seberapa sering mouse kamu “ngobrol” atau lapor posisi ke komputer. Satuannya Hertz (Hz).
125Hz: Mouse lapor 125 kali per detik (tiap 8 milidetik/ms). Ini standar mouse kantor jadul.
1000Hz: Mouse lapor 1000 kali per detik (tiap 1 milidetik/ms). Ini adalah sweet spot dan standar emas untuk gaming selama bertahun-tahun.
8000Hz: Mouse lapor 8000 kali per detik (tiap 0.125 milidetik/ms).
Secara teori, makin tinggi angkanya, makin real-time dan mulus gerakan kursor di layar. Nggak ada lagi tuh yang namanya delay sepersekian detik antara gerakan tangan dan apa yang kamu lihat di monitor.
Plus Minus Polling Rate ‘Ngebut’
Tentu saja, angka tinggi nggak selalu berarti segalanya indah. Ada plus minusnya.
Keuntungannya (The Good Stuff) ๐
Responsif Gila: Di angka 8000Hz, input lag dari mouse nyaris nol (0.125ms). Gerakan terasa instan.
Super Mulus: Ini keuntungan terbesarnya. Kalau kamu pakai monitor refresh rate super tinggi (240Hz, 360Hz, atau lebih), polling rate 8000Hz membantu memastikan monitor kamu selalu dapat data posisi kursor terbaru. Hasilnya, gerakan bidikan jadi buttery smooth.
Akurasi Mikro: Untuk pro player yang butuh akurasi piksel-per-piksel, update yang lebih sering ini bisa membantu konsistensi aim.
Kekurangannya (The Catch) ๐
Makan Resource CPU: Ini masalah utamanya. Mouse yang “cerewet” lapor 8000 kali per detik bikin CPU kerja ekstra keras. Kalau CPU kamu pas-pasan (kentang), alih-alih makin jago, game kamu malah bisa stuttering atau FPS drop!
Nggak Semua Game Suka: Banyak game (terutama game lama atau indie) nggak dioptimalkan untuk polling rate setinggi ini. Hasilnya bisa aneh, kadang kursor malah terasa laggy.
Baterai Boros (Wireless): Kalau mouse kamu wireless dan kamu paksa jalan di 4000Hz/8000Hz, siap-siap aja ngecas tiap hari. Borosnya bukan main.
Diminishing Returns: Jujur, beda antara 1ms (1000Hz) dan 0.125ms (8000Hz) itu tipis banget. Beda 125Hz ke 1000Hz itu kerasa banget (dari 8ms ke 1ms). Tapi dari 1ms ke 0.125ms? Kamu mungkin butuh indra setajam pro-player buat ngerasain bedanya.
Terus, Bedanya sama DPI Apa?
Nah, ini yang sering salah kaprah.
DPI (Dots Per Inch): Ini soal Sensitivitas. Seberapa jauh kursor di layar gerak saat kamu geser mouse 1 inci di dunia nyata.
Polling Rate (Hz): Ini soal Responsivitas. Seberapa sering mouse lapor posisi ke PC.
Analogi gampangnya: DPI itu seberapa kenceng mobil kamu bisa lari, sedangkan Polling Rate itu seberapa sering spidometer kamu update angka kecepatannya. Keduanya penting, tapi fungsinya beda.
Jadi, Worth It Nggak Beli Mouse 8000Hz?
Jawabannya tergantung kamu siapa:
WAJIB BELI, jika: Kamu adalah pro-player atau gamer super kompetitif (main Valorant, CS, Apex), punya rig PC spek dewa (CPU kenceng banget), dan pakai monitor 240Hz atau 360Hz.
NGGAK PERLU, jika: Kamu gamer kasual, main game story-based (RPG, strategi), CPU masih pas-pasan, atau masih pakai monitor 60Hz/144Hz.
Bagi 99% gamer, mouse 1000Hz sudah lebih dari cukup dan masih jadi sweet spot terbaik antara performa dan efisiensi resource PC. Jangan buru-buru upgrade kalau PC kamu belum siap “diteriakin” mouse 8000 kali tiap detik!
Bagaima pendapatmu, tulis di kolom komentar!
Baca artikel menarik lainnya terkait Features di Gamemilitia.com