Halo sobat militia!
Pasar game live-service saat ini ibarat medan perang yang sangat brutal. Hari ini sebuah game bisa saja ramai dimainkan, namun keesokan harinya bisa langsung dipaksa angkat kaki. Itulah kenyataan pahit yang kini harus ditelan oleh game hero shooter terbaru besutan Wildlight Entertainment, Highguard.
Belum genap berumur dua bulan sejak perilisannya, game ini telah mengibarkan bendera putih. Tim intelijen Game Militia telah merangkum runtutan kejadian dari game yang sempat digadang-gadang akan menjadi penantang kuat di genre FPS ini.
Tutup Usia pada 12 Maret 2026
Berdasarkan pengumuman resmi dari Wildlight Entertainment melalui akun X mereka, server Highguard akan dimatikan secara permanen pada tanggal 12 Maret 2026.
Keputusan ini sangat mengejutkan komunitas gamer, mengingat game free-to-play ini baru saja dirilis pada 26 Januari 2026 lalu. Di atas kertas, Highguard digarap oleh studio yang berisi developer veteran eks-Apex Legends, Titanfall, dan Call of Duty. Namun, nyatanya fondasi mentereng tersebut tidak cukup kuat untuk mempertahankan eksistensinya di pasar yang sudah sangat padat.
Berawal Manis, Merosot Drastis
Perjalanan Highguard sebenarnya dimulai dengan sangat menjanjikan.
- Game ini mendapat panggung prestisius saat diungkap sebagai kejutan “one last thing” di ajang The Game Awards akhir tahun 2025.
- Pada awal peluncurannya, Highguard berhasil mencatatkan rekor hampir 100.000 pemain aktif bersamaan (concurrent users) di Steam.
- Secara keseluruhan, game ini sukses menarik lebih dari 2 juta pemain untuk mencoba masuk ke medan pertempurannya.
Namun, momentum indah tersebut tidak bertahan lama. Game ini menerima ulasan yang sangat beragam (mixed reception); sebagian pemain menyukai aksi cepat dan mode Raid-nya, tetapi banyak juga yang mengkritik masalah pacing (tempo permainan), presentasi, dan performa teknisnya. Akibatnya, grafik jumlah pemain aktif terjun bebas hanya dalam hitungan minggu setelah rilis.
Pihak developer pada akhirnya mengakui bahwa mereka gagal membangun basis pemain yang berkelanjutan (sustainable) untuk mendukung Highguard dalam jangka panjang. Kondisi ini diperparah dengan badai internal studio pada bulan Februari, di mana dilaporkan bahwa “sebagian besar” tim pengembang telah terkena PHK (layoffs), menyisakan hanya tim kecil untuk mengurus sisa umur game tersebut.
Update Terakhir Sebagai Salam Perpisahan
Sebagai bentuk penghormatan dan perpisahan dengan para pemain yang masih setia, Wildlight Entertainment berjanji akan merilis satu update konten terakhir sebelum server benar-benar gelap.
Patch perpisahan ini akan menghadirkan:
- Satu karakter Warden baru.
- Senjata baru.
- Sistem progresi level akun dan skill trees.
Ironisnya, ini adalah fitur-fitur yang sejak awal ditunggu oleh komunitas dan mungkin bisa memperpanjang napas game ini jika dirilis lebih awal. Kisah Highguard menjadi bukti nyata bahwa hype besar saat peluncuran tidak selalu menjamin kelangsungan hidup sebuah game live-service.
Bagaimana menurut kalian, sobat militia? Adakah di antara kalian yang sempat mencicipi serunya Highguard sebelum gamenya divonis mati?
Dapatkan berita game menarik lainnya di Gamemilitia.