Halo sobat militia!
Siapa yang tidak kenal dengan Ezio Auditore da Firenze? Bagi para veteran franchise Assassin’s Creed, nama ini bukan sekadar karakter piksel di layar kaca, melainkan sebuah legenda. Perjalanan hidupnya dari seorang pemuda bangsawan yang arogan menjadi Mentor agung dari persaudaraan Assassin telah membekas di hati jutaan gamer.
Namun, di balik jubah ikonik dan hidden blade-nya, ada banyak detail cerita dan sejarah yang mungkin terlewatkan saat kita sibuk melompat dari satu atap ke atap lainnya di Italia era Renaisans.
Tim intelijen Game Militia telah merangkum fakta-fakta paling menarik seputar Ezio Auditore yang wajib kamu tahu!
Arti Tersembunyi di Balik Nama “Auditore”
Kita semua tahu keluarga Ezio adalah bangsawan kaya di Florence, tetapi tahukah kamu dari mana asal kekayaan mereka?
- Nama keluarga “Auditore” adalah kata dalam bahasa Italia yang secara harfiah berarti “revisore di conti” atau seorang “auditor”.
- Ini adalah referensi langsung ke profesi keluarganya, di mana seseorang dengan gelar ini bertugas menjaga pembukuan keuangan.
- Hal ini sangat masuk akal karena ayah Ezio, Giovanni Auditore, bekerja di sektor perbankan.
- Bahkan, sebelum tragedi menimpa keluarganya, Ezio muda sempat menjadi murid magang di bawah bimbingan bankir terkenal, Giovanni Tornabuoni.
Sama Sekali Tidak Tahu Soal Assassin Hingga Usia 17 Tahun
Meskipun ayahnya adalah seorang Assassin yang mematikan, Ezio memiliki masa muda yang sangat normal untuk ukuran bangsawan.
- Ezio lahir di Florence pada tanggal 24 Juni 1459 sebagai anak kedua dari Giovanni dan Maria Auditore.
- Semasa mudanya, ia dikenal sebagai seorang “playboy” sejati yang gemar bersenang-senang.
- Fakta mengejutkannya, Ezio sama sekali tidak menyadari warisan keluarganya sebagai Assassin hingga ia berusia tujuh belas tahun.
- Rahasia gelap ini baru terungkap secara brutal pada tahun 1476, ketika ayah dan saudara-saudara laki-lakinya ditangkap dan dieksekusi atas tuduhan pengkhianatan.

Misi Balas Dendam yang Memakan Waktu Satu Dekade
Di dalam game, waktu sering kali terasa berlalu begitu cepat. Namun, perjalanan Ezio tidak diselesaikan hanya dalam beberapa malam.
- Setelah keluarganya digantung, Ezio membawa ibu dan saudara perempuannya kabur ke Monteriggioni.
- Di sana, pamannya yang bernama Mario Auditore meyakinkan Ezio untuk membalas dendam kepada para Templar dan mulai melatihnya.
- Dibutuhkan waktu sepuluh tahun penuh bagi Ezio untuk memburu dan menghabisi rantai konspirasi Templar satu per satu.
- Pengejaran panjang ini baru membawanya berhadapan langsung dengan sang Grand Master, Rodrigo Borgia, pada tahun 1487.
Menyelamatkan Garis Keturunan Tokoh Bersejarah
Pengaruh Ezio dalam sejarah dunia jauh lebih besar daripada sekadar membunuh musuh di bayang-bayang.
- Ia berhasil menyelamatkan nyawa Lorenzo de’ Medici dari ancaman bahaya.
- Tindakan penyelamatan ini sangat krusial karena memastikan kelangsungan kekuasaan wangsa Medici di Florence selama lebih dari dua ratus tahun.
- Selain itu, ia juga menjadi jembatan bagi generasi Assassin selanjutnya dengan membantu melatih Assassin dari Tiongkok, Shao Jun, dan memberinya kotak Precursor.

Penemu Pesan Kiamat Pertama
Sebagai seorang Assassin yang mewarisi kemampuan misterius “Eagle Vision”, Ezio memiliki takdir yang melampaui konflik dengan Templar.
- Setelah mengalahkan Rodrigo Borgia (yang saat itu sudah menjadi Paus Alexander VI), Ezio berhasil masuk ke sebuah ruang bawah tanah rahasia di bawah Kapel Sistina.
- Di tempat magis tersebut, Ezio menemukan sebuah pesan yang ditinggalkan oleh Peradaban Pertama (First Civilization).
- Pesan ini berisi peringatan akan datangnya sebuah bencana dahsyat yang berpotensi memusnahkan umat manusia, yang nantinya harus dicegah oleh keturunannya.
- Keturunan modern Ezio di abad ke-21 yang meneruskan perjuangan ini adalah Desmond Miles dan Clay Kaczmarek.
Pensiun dan Akhir Hayat yang Tenang
Sangat jarang seorang protagonis di dunia game aksi mendapatkan akhir yang damai, tetapi Ezio adalah pengecualian.
- Setelah satu dekade menjabat sebagai Mentor dari Persaudaraan Assassin di Italia (1503-1513), Ezio akhirnya memilih untuk pensiun.
- Ia menghabiskan masa tuanya tinggal di sebuah vila di Tuscan bersama istrinya, Sofia Sartor, dan dua anaknya.
- Sang legenda akhirnya menghembuskan napas terakhirnya karena serangan jantung pada usia 65 tahun.
- Ia meninggal pada tahun 1524 di kota kelahirannya, Florence, saat sedang berjalan-jalan bersama istri dan putrinya.
Dapatkan informasi menarik terkait features lainnya di Gamemilita.