Pernah nggak sih kalian iseng cek marketplace, niat hati mau checkout SSD NVMe 1TB atau nambah RAM, eh tiba-tiba kaget liat harganya? Padahal perasaan awal tahun kemarin harganya masih “sopan” banget di kantong.
Kalau kalian ngerasa ada vibes “dejavu” yang nggak enak, kalian nggak sendirian. Rasanya mirip-mirip dikit sama masa kelam krisis VGA (GPU) beberapa tahun lalu. Ingat kan pas harga RTX 3060 harganya sama kayak motor bekas?
Menjelang akhir tahun ini, harga komponen memori (DRAM) dan penyimpanan (NAND Flash) emang lagi fase bull run. Kenapa pola “barang ghaib dan mahal” ini terulang lagi? Mari kita bedah sambil ngopi.
Dulu Musuhnya “Miner”, Sekarang “AI”
Masih ingat trauma tahun 2020-2021? Waktu itu, gamer dianaktirikan gara-gara boom Crypto Mining. Para penambang ngeborong VGA, bikin stok langka dan harga selangit. Kita yang mau main game cuma bisa gigit jari.
Nah, sekarang sejarah terulang dengan aktor yang beda: Artificial Intelligence (AI).
Raksasa pembuat chip memori kayak Samsung, SK Hynix, dan Micron sekarang lagi sibuk banget mindahin fokus produksi mereka. Mereka lebih prioritasin bikin memori HBM (High Bandwidth Memory) dan SSD kelas server buat ngasih makan mesin-mesin AI (kayak yang dipake ChatGPT atau Gemini).
Kenapa? Karena cuannya jauh lebih gede dibanding jualan kepingan RAM DDR5 atau SSD buat PC gaming kita. Jadi, kalau dulu jatah kita diambil miner, sekarang jatah silikon kita diambil server AI.
Produsen Sengaja “Ngerem” (Strategi Balas Dendam?)
Tahun lalu (2023), harga SSD sempet anjlok parah sampai rasanya kayak beli gorengan. Itu karena pasar lagi oversupply. Gudang produsen penuh, jadi mereka banting harga gila-gilaan.
Nggak mau boncos terus, sejak pertengahan tahun ini para produsen besar sepakat melakukan pemotongan produksi (output cuts) secara masif. Tujuannya jelas: bikin stok di pasar menipis biar harga naik lagi (supply & demand 101). Strategi ini sukses besar, harga kontrak NAND Flash langsung meroket, dan kita konsumen akhir yang kena imbasnya.
Dampaknya Buat Kita?
SSD: Terutama Gen 4 dan Gen 5, kenaikannya bisa 10-15% per kuartal.
RAM: DDR5 grafiknya makin nanjak. Stok DDR4 mungkin aman, tapi harganya pelan-pelan terkoreksi naik.
Saran Buat Gamers: Jangan Ulangi Kesalahan Lama
Belajar dari kasus VGA dulu, banyak yang nunggu “harga turun” eh malah makin naik dan nggak turun-turun sampai 2 tahun kemudian.
Saran saya: Kalau kalian butuh banget (misal storage udah merah karena install COD atau GTA V), Sikat Sekarang. Jangan ambil risiko nunggu tahun depan, karena tren AI ini masih panjang banget napasnya.
Tapi kalau cuma buat gaya-gayaan atau sekadar lapar mata, mending hold dulu. Simpen duitnya buat jajan game pas Winter Sale nanti atau upgrade peripheral lain yang harganya lebih stabil.
Stay wise with your wallet, gamers!
Dapatkan informasi menarik terkait Features di Gamemilitia.com